Minggu, 15 Juni 2014

DIAM DAN BINGUNG

Kadang saat kita diam sejenak karena sedang berpikir atau sedang bingung untuk melakukan sesuatu yang menurut pemikiran kita mana yang lebih dulu di kerjakan.  Saat sejenak kita terdiam karena ingin memilih sesuatu di saat itulah kita sedang bingung.  Jadi bingung sebenarnya saat kita di hadapkan minimal dua pilihan atau maksimal banyak piihan dan kita harus memilih minimal satu pilihan atau beberapa pilihan sekaligus.  Bahkan saat kita putuskn tidak memilih dari banyak pilihan itu sebenarmya kita sudah memilih.

Dan apapun pilihan kita pasti di ikuti oleh resiko.  Dan resiko tidak harus negatif, resiko positf juga ada.  Misal kita sedang mendaki bukit dan kita senang melakukannya,saat kita merasa senang melakukannya itulah resiko positif biarpun capek sekali kalau kita senang berarti kita masih di area resiko positif, tapi kalau pas naik ke bukit kaki kita keseleo berarti itu merupak resiko negatif dan saat kita meringis kesakitan karena kaki kita keseleo itu wajar karena kita masih berada di area resiko negatif.  Tapi kalau sejenak kita istirahat dan melihat bahwa puncak bukit tinggal beberapa jengkal langkah lagi, maka adalah keputusan kita untuk berhenti tidak meneruskan sampai ke puncak bukit karena alasan kaki keseleo tapi juga merupakan keputusan kita kalau sejenak kita istirahat sambil mengurut kaki yg keseleo dan tetap berharap dan memberi semangat ke kita sendiri bahwa puncak bukit tinggak beberapa langkah lagi.  Keadaan sedang memberi semangat itulah kekuatan kita untuk keluar dari area resiko negatif dan masuk ke area resiko positif.  Saat kita merasa senang bahwa puncak bukit tujuan kita sudah tampak dan kita harus sejenak berhenti karena capek akibat kaki keseleo maka istirahat sambil terus berusaha tetap berada di area resiko positif maka area resiko negatif yg kita lewati adalah pendorong kita untuk tetap terjaga dan kuat.  Area resiko negatif ada karena bertugas untuk meningkatkan kewaspadaan kita agar saat kita berada di area resiko positif kita tidak lengah dan pongah.

Bahkan ternyata karena lemahnya kita akhirnya kita tidak kesampaian ke puncak bukit, kita harus tetap semangat karena telah berada di area positif, karena apapun rencana kita, kita wajib tetep bersyukur dan berkeyakinan bahwa Rencana Alloh SWT terhadap kita sangat jauh lebih baik dari yg kita pikirkan dan kita keluhkan.  Bukankah kita lebih sering mengeluh saat apa yg kita harapkan ternyata bukan tidak kesampaian tapi belum kesampaian.  Ibaratnya kita tanpa alas kaki terus masuk ke kebun yang penuh semak belukar dan berduri  dan kita yakin tidak akan terkena duri, tapi saat kita terkena duri reflek kita langsung berkeluh kesah dan kadang misuh padahal kita terkena duri bukan salah durinya yang menusuk kaki kita tapi kitanya yg masuk tanpa alas kaki.  Jadi si duri telah menjalankan tugasnya mengingatkan kita untuk lebih waspada agar segera pakai alas kaki kalau masuk kebun yang penuh semak belukar berduri.

Sudah hampir jam 10 malem.  Sementara aku cukupkan di sini dulu.  Ini juga sebuah pilihan, di satu pihak aku tetep ingin terus menulis sementara di pihak lain aku ingin menonton debat presiden.  Meski debat presiden tdk berpengaruh signifikan.  Mugo2 tulisanku malam ini menjadi awal aku mulai lagi menulis apapun yg terlintas di benakku dan aku sangat berharap suatu saat nanti latihanku menulis ini akan membawa barokah yang manfaat, rezeki yang barokah dan lowongan pekerjaan baru bagi aku karena terus terang aku berniat dan ingin resign dari pekerjaanku yg sekarang.  Aku ingin dan berharap bisa memenuhi semua anganku tanpa melanggar lalu lintas yang ada alias di jalan yang penuh barokah.  Karena aku terus terang saat ini gampang banget mengeluh.  Aku banyak angan yang masih terkunci di benak dan pikiranku.  Aku berharap anganku bisa terwujud dan aku berharap saat anganku terwujud bisa membahagiakan semua orang tuaku, anak istriku, dan semua keluargaku.  Aku pingin itu terwujud.  Dan semoga awal tulisanku yag kesekian kalinya ini adalah pintu masuk terwujudnya apa yang aku angankan.

Bismillahhirromanirrohim,
Matur Sembah Nuwun Ya Alloh.