Senin, 10 September 2012

Gak niat Vs Gak Serius

     Apa beda gak niat dan gak serius?  Gak niat sudah pasti gak serius tapi kalau gak serius mungkin sudah niat cuman sedikit.   Jadi dua duanya malih agak mirip.  Sekarang tinggal kita mau meletakkan posisi kita ada di mana?  Di Gak Niat atau di Gak Serius tergantung kita mau naik level atau tidak.  Kalau untuk pemula sing mending di gak serius dulu dan segera buang posisi gak niat.   Masalahe kalau pemula terus milih posisi Gak Niat ya sudah wes siap siap aja jadi konsumen bukan produsen.   Tapi kalau masih ada males2 dikit pilih aja posisi Gak Serius.

     Bingung ya?  Apapun yang sedang kita usahakan kalau gak niat mungkin sebagian besar tidak menghasilkan tapi kalau kita Gak Serius mungkin ada hasilnya tapi tidak bisa maksimal.   Nah sekarang kita sama sama mengeluarkan tenaga kenapa tidak ingin berharap hasil yang maksimal?    Kita sudah membuang waktu dan tenaga malah mungkin juga sudah membuang biaya tapi tidak ada hasil yang memuaskan dari usaha yang sedang kita kerjakan hanya gara2 gak serius apalagi gara2 gak niat.  Kita usaha atau tidak tetep menghirup oksigen kan?   Nah sama2 menghirup oksigen kenapa kita tidak bisa menghasilkan sesuatu yang bermanfaat?

     Karena itu dalam rangka sama sama menghirup oksigen aku berniat dan aku harap serius untuk berusaha latihan menulis.   Harapanku dari seringnya aku latihan menulis ini ada sensitifitas dalam diriku untuk reflek terus menulis dan siapa tau suatu saat dimana waktunya tiba aku bisa membuat buku yang di terbitkan dan banyak orang yang membacanya.   Harapanku hal itu bisa juga menghasilkan pemasukan untuk keluargaku.  Harapanku juga apa yang nantinya aku hasilkan bisa bermanfaat bagi orang lain.

     Dari gak niat aku akan gak serius dan seterusnya menjadi serius dan sangat serius karena sebenarnya serius gak serius argo kita terus berjalan tidak berhenti barang sedetikpun.   Masalahe kalau argo kita berhenti berarti,,,,,,,hiiii serem....

    Sore tadi aku membuka kelapa muda.  Air kelapanya manis.  Daging kelapanya agak tipis manis juga.   Yang terlintas di benakku saat itu adalah di dalam buah kelapa yang bagian luarnya terbungkus sabut terus ada batok kelapa terus daging kelapa dan air kelapa, masuk lewat mana air kelapa itu?   Secara biologi dan ilmu tumbuhan mungkin air kelapa itu masuk dari akar pohon kelapa yang berada dalam tanah lalu masuk dan naik keatas lewat batang pohon kelapa dan akhirnya sampai di dalam buah kelapa.   Kita tidak tau air apa yang masuk dalam akar pohon kelapa itu, air bersih atau air kotor.  Tapi begitu berada di dalam buah kelapa air tersebut menjadi layak minum malah bisa menjadi obat yang menyehatkan.   Apa hikmahnya?

     Mungkin, sekali lagi ini mungkin karena tidak ada yang bener bener tahu seratus persen hikmah yang terkandung dalam suatu peristiwa kecuali Sang Pemilik Waktu.  Kalau peristiwa air dari tanah sampai di dalam buah kelapa di analogikan dengan kita mungkin kita di harapkan bisa menjadi saringan dari apapun yang kita terima untuk kemudian bisa menghasilkan sesuatu yang bermanfaat bila ada yang membutuhkan.   Yang jadi masalah sudahkah kita berfungsi menjadi saringan yang bener dan bermanfaat?   Tidak semua orang jawabannya sama dengan pertanyaan tersebut karena tidak semua orang mengalami hal yang sama setiap hari.  Kalaupu ada yang sama mungkin efek dan reaksi atas peristiwa tersebut yang berbeda untuk tiap orang.

     Aku berharap bisa menjadi saringan setidaknya untuk diriku keluargaku masyarakatku dan seterusnya.   Berharap kan boleh?  Untuk itu aku belajar menulis ini.  Ada banyak yang terlintas di otak dan hatiku tiap harinya, dengan berlatih menulis aku berharap bisa menyaring apa yang terlintas itu dan aku tulis.  Sekalian untuk membiasakan aku berpikir positif baik dengan otak ataupun dengan hati.  Meskipun kadang terlintas dan itu tidak jarang pikiran2 yang negatif.

     Semoga harapanku bisa terwujud dengan baik.   Aku sudah nulis di excel beberapa harapan2ku yang ingin aku capai.  Untuk itu aku mulai dengan latihan menulis ini.  Dikit dikit dan bahasanya masih ngalor ngidul dan yang di bahas juga masih belum fokus.  Tapi gak papa yang penting seluruh perangkat sudah terbiasa untuk fokus.  Yah fokus menulis.  Untuk bisa membuat buku aku harap tidak lama lagi dari sekarang.  Mungkin ada sombong tapi aku ingin dan aku tidak bermaksud untuk sombong.  Aku hanya ingin bisa menghasilkan sesuatu yang berguna untuk orang lain tidak hanya saat aku masih ada tapi juga saat aku  sudah "pindah" nanti.

     Semoga.

Sabtu, 08 September 2012

8 vs 3

     Ya judul tulisanku kali ini 8 Vs 3, maksude sudah 8 hari di bulan september ini tapi baru ada 3 tulisan yang aku buat untuk latihan.  Kalau sama tulisan ini berarti sudah ada 4 tulisan dan skor berubah menjadi 8 vs 4.  Tetap masih menang harinya daripada nulisnya.  Bener memang kalau gak di cobak gak tahu progres yang sedang kita kerjakan.  Apalagi di tambahi tembung sik sedhilut engkas atau meneae kan iso dst dst dst.
  
    Dari judul di atas kelihatan ya kalau hari berjalan dengan cepat dan sangat cepat kalau kita tidak perduli atau tidak melakukan apapun.  Cobak tiap hari kita gunakan untuk tidak melakukan apapun kecuali tidur makan mandi tidur lagi bangun makan lagi mandi tidur lagi terus begitu.  Nanti tiba tiba aja kita sudah satu bulan tidak efisien menggunakan waktu.  Dan satu bulan tidak menghasilkan apapun yang bermanfaat.   Apa gak rugi sementara umur tambah terus yang berarti sewa kita semakin berkurang tapi kita tidak menghasilkan apapun yang bermanfaat dan berguna.   Kalau mau lihat kebelakang sudah berapa banyak waktu kita yang ternyata sudah terbuang percuma.   Dan akan terus terbuang dengan percuma kalau kita tidak juga mau merubah kebiasaaan.   Dan sekali lagi memang benar ngomong lebih mudah daripada praktek.   Seberat apapun teori jadi sangat sangat ringan kalau masih sebatas keluar dari mulut kita tapi begitu semua teori itu masuk tahapan praktek,,,,mak jreng ada aja alasan pembenar untuk kita tidak segera melaksanakan semua teori yang telah kita ketahui.   Jadinya kita hanya bisa bermimpi tanpa punya kemampuan untuk bangun dari tidur dan mewujudkan mimpi mimpi tersebut.   Yang berarti kita hanya bisa tidur dan memperbanyak mimpi sementara argo umur kita terus berjalan.

     Contoh sederhana aja barusan aku menepuk sampai mati beberapa nyamuk yang lagi mencari makan dengan menghisap darah mamae anakku.   Besarnya nyamuk dengan kita kalau mungkin bisa dianalogikan sama dengan besarnya kita dibanding lingkungan di sekitar kita.   Coba seberapa besar sih kita di bandingkan dengan minimal rumah yang kita huni.  Terus bandingkan dengan gedung bertingkat seratus.  Bandingkan dengan gunung yang menjulang.  Bandingkan dengan lautan yang membentang luas.  Bandingkan dengan langit yang batasnya saja tidak kita ketahui.   Kita itu kecil, misal kita di taruh di bulan saat bulan purnama dan kita memakai pakaian yang sangat mencolok merah menyala misalnya, terus di lihat dari bumi yang kelihatan hanya bulan purnamanya saja, kita tidak akan terlihat.   Kalau seperti itu apa yang membuat kita berani sombong.

     Sombong akeh maceme, sperti tidak mau srawung karo tonggoe kayak aku ini, males ya termasuk sombong, seneng nunda2 pekerjaan, sak karepe dewe, ngamukan, seneng ngremehno, dsb dsb dsb.   Kalau definisi sombong sebanyak itu lha berati selama iki kan aku sombong?  Ya emboh jawaben dewe.   Barusan alarm untuk jadwal selanjutnya sudah berbunyi.  Untuk sementara cukup dulu sampai disini nanti selesai acara kalau gak males di lanjutkan lagi.  Mugo2 skornya tidak lagi lebih banyak harinya daripada nulisnya.

     Semoga.

Jumat, 07 September 2012

Gerimis Pagi

     Pagi ini saat nganter anak sekolah cuaca lagi gerimis.   Dingin dan menyegarkan.  Ribuan tetes air yang turun dari langit langsung membasahi bumi.  Gerimis aja yang turun sudah ribuan tetes air mendahno kalo hujan deras, berapa milyar tetes air yang turun dari langit?   Begitu mudah bagi Sang Pemilik Alam untuk mengatur semua itu.   Wih kemoncolen nek nulis, atase isuk mau subuhan ae telat nulise melip2.

     Diem sejenak untuk sebentar berpikir mau menulis apa.  Prinsipnya seperti yang sudah sudah aku belajar latihan menulis dengan menulis.  Istilahe segala macem alat sudah di pinjami tinggal merawat dan salah satu caranya dengan latihan kalau pisau di asah tiap hari entah pisau itu dipakai atau tidak.   Karena kita kan gak tau kondisi mendadak yang sangat2 butuh pisau tajam.   Kalau si pisau sudah cling kan langsung bisa di gunakan.  Lagian biar si pisau tidak karatan.

     Sorry sedikit rehat nulisnya, ada kakak ipar berkunjung ke rumah sambil bawa sebotol madu untuk ibu.  Setelah sedikit bercerita tentang motornya yang barusan terjual sekalian baru beli motor baru kakak iparku pamit mau servis motornya yang lain katanya.   Iya dia memang punya dua motor.   Setelah kakakku pulang aku makan dulu makanya agak telat nulisnya ditambah modem di pinjam mamae anakku jadinya rehat dulu.

     Balik ke latihan menulis lagi sekarang.  Sekarang sudah jam 9.50 isuk.  Rencananya temenku mau dateng ke rumah mau ngajak ke kantor temannya untuk membicarakan sesuatu.  Aku di jak ya ikut aja.   Ndak tau mau mbahas apa mungkin masalah kesempatan untuk mencoba usaha.  Aku sebenarnya sudah membuat rencana untuk mulai usaha ya salah satunya menulis ini.   Walah walah jan mbulet tenan kalimate.   Munyer munyer koyok kitiran.   Lha memang iya aku lagi pingin usaha bikin buku atau cerita yang bisa dimanfaatkan oleh orang lain.  Sebentar ya tak tinggal ngisi jadwal dulu di excel terus disambung lagi nanti nulise.

     Wes barusan ngisi jadwal dengan keterangan Gak Niat.   Ya aku bikin jadwal yang harus aku isi tiap hari dimana jadwal itu akan otomatis memberi pesen kepadaku dengan kalimat "Gak Niat" dan "Sing Serius".  Dan hari ini keterangan yang muncul di jadwalku adalah "Gak Niat".  Kelihatan sekarang seberapa kuat keinginanku untuk mau usaha.  Dan ini jadi tantanganku.   Pilihannya cuman dua "Gak Niat" dan "Sing Serius", kita rajin tiap hari yang muncul adalah keterangan "Sing Serius", jadi gelem gak gelem yo kudu temenanan.

     Dan ternyata memang bener kalau hanya ngomong sangat2 ringan dan gampang tapi begitu kita mencoba masuk untuk praktek maka halangan segera muncul dimana2.   Tapi kalau kita melihat halangan itu sebagai batas untuk kita naik ke level berikutnya, apa ya mau kita hindari halangan tersebut.   Kalau di hindari dan kita menemukan solusi yang lebih baik maka kita juga akan naik level tapi kalau sekedar menghindar karena wegah yo tetep kita berada di level awal.

     Rehat dulu jam 10.04 karena temen yang katanya mau dateng sudah dateng beneran.  Nanti dilanjut lagi. Sementara kran di tutup dulu sapa tau nanti menemukan sumber baru.

     Semoga.

3 4 5 6 blonk,,gak nulis

     Ya terakhir aku nulis tanggal 2 september 2012 malem sekitar jam 11 an gitu terus mandheg nulis jam setengah 12 an malem.  Maksude cuman rehat sebentar terus nanti dilanjutkan lagi nulisnya.  Eh sampai tanggal 3 4 5 6 september gak nulis.  Dan gara2nya hanya karena ngantuk.

     Sekarang 07092012 malem jam 21.56 aku nulis lagi.  Seperti biasa masih mencari2 dalam benak ini apa yang akan aku tulis sebagai latihanku untuk bisa menjadi penulis.  Aku nulis ini pakai laptop yang ketika sma dan kuliah begitu aku pingini untuk bisa punya.  Ya laptop saat itu bagiku merupakan barang mewah yang sangat mahal.   Bahkan sampai aku sudah bekerja pun masih belum di ijinkan untuk punya laptop.  Sampai suatu ketika karena mungkin kasihan aku di ijinkan punya laptop.  Tidak hanya satu, dua malah.  Laptop yang satu di pakai mamae anakku dengan optimal karena dia di ijinkan untuk usaha jual beli online.  Sementara laptop yang aku pakai ini sedang aku usahakan untuk aku gunakan se optimal mungkin agar bisa bermanfaat dan menghasilkan.  Aku sekarang sedang berusaha, siapa tahu nanti saat sudah di ijinkan laptop yang aku pakai ini bisa di pergunakan untuk hal2 positif seperti salah satunya menulis seperti ini.  Dan siapa tahu kalau aku sudah mahir menulis bisa jadi buku dan menghasilkan pemasukan.   Sekarang usaha dulu sambil nunggu ijin turun.

     Aku menulis ini di kamar belakang.  Di mejaku selain laptop yang aku gunakan untuk menulis, ada juga di samping kiri laptopku dompet, HP yang sedang di cas, printer, penghapus milik anakku, potongan lilin untuk melicinkan slerekan jaket.   Sementara di samping kanan laptop ada dua boneka milik anakku satu boneka pinguin warna hitam dan putih satunya lagi boneka kuda nil warna hijau, beberapa lembar tanda bayar lunas listrik dan telepon, kalender meja dari sebuah bank swasta, tempat pensil dan rak buku.   Anganku, dari kamar kecil ini aku berharap bisa menghasilkan sesuatu yang bisa bermanfaat tidak hanya untuk aku dan keluargaku tapi juga semuanya yang berhubungan atau tidak berhubungan dengan aku.  Makanya aku belajar menulis.  Kalimate mbuletae ya.  Biarin, dari info yang aku baca kalau mau jadi penulis yang baik yang jangan berhenti untuk terus menulis.  Perkara hasil nanti bisa baik dengan sendirinya sesuai dengan kemampuan yang terus berkembang.   Pisau aja kalau terus di asah akan jadi tajam, sangat tajam malah.  Masak tiap hari belajar menulis ndak ada hasilnya?   Pasti ada hasilnya dan untuk itu biar waktu nanti yang akan membuktikannya.   Tapi ya itu tadi harus tiap hari menulisnya.   Jangan sekarang menulis satu minggu lagi libur blas gak nulis.  Ya mentah lagi kalau gitu, malah mungkin berkarat.

     Tetep masih bersih2 lahan alias babat alas sambil meratakan lahan agar enak nanti kalau mau di tanami atau mau di dirikan bangunan di atas lahan.   Tidak semua aku ratakan dengan ketinggian sama, kalau beda tinggi dan itu ternyata unik untuk di pertahankan ya aku biarkan.  Biar ada variasi pandangan.  Biar tidak sejauh mata memandang yang terlihat hanya hamparan yang rata tanpa ada sedikitpun yang menyembul.  Rodok2 gronjal thithik gak pa pa kan.   Siapa tahu pas babat2 nemu alat atau harta karun yang bisa di manfaatkan kan lumayan itu.   Lahannya sangat2 luas seluas angan dan keinginanku.  Lahannya berupa pikiran dan hatiku sementara alat2 yang aku gunakan untuk babat2 yoiku panca inderaku, tangan kakiku dan semua yang di pinjamkan oleh Yang Punya.   Selama ini lahan yang ada sudah aku gunakan tapi yang aku rasakan belum maksimal dan optimal.  Lha padahal lahan ini ada batas sewanya.  Kalau gak ndang ndang di manfaatkan lak rugi.

     Aku sudah punya beberapa angan untuk membuat buku dengan judul2 yang sudah aku tulis.  Tapi sementara biarlah aku tulis dan aku simpan dulu judul2 buku yang akan aku tulis itu.   Bukannya apa apa tapi aku tak melanyahkan dulu latihan menulisku.   Dan seperti kejadian pinginnya aku punya laptop sampai akhirnya keturutan punya laptop maka aku sekarang pun juga berangan seperti itu, aku berlatih menulis karena aku pingin bisa jadi penulis dan membuat buku.  Aku berharap nanti bisa keturutan.   Untuk kapanya aku hanya bisa berharap secepatnya tapi untuk pastinya ya tetep nunggu ijin turun.   Nha sambil nunggu ijin itu turun daripada tidak lapo2 aku latihan menulis aja.

     Iya ya, kalau dipikir pikir kita ini sudah semanfaat apa ya bagi lingkungan sekitar.   Dihitung mulai dari kita lahir sampai usia sekarang sudah berapa detik dari nafas yang kita punya sudah kita manfaatkan untuk hal2 yang berguna bagi orang lain.   Lha saiki lo waktu rasanya kayak mak wes gitu.  Moro moro wes ya mene, moro moro wes gede, moro moro wes umur sak mene, dan moro moro sing liyane....   Dan perasaan kita kok belum maksimum bermanfaat bagi yang lain.

     Aku nulis iki tas ae tak sambi karo mbukak FB.   Ide iku iso muncul kapan ae cuman kene ae sing belum biasa dengan cekatan nulis ide itu di selembar kertas atau di tulis di draft hp terus engkok tekan rumah ndang ndang di jabarno selak ilang.   Mulai saiki kate tak biasakno begitu muncul ide opo ae langsung tak catet.  Jumat wingi wes tak cobak, pas jumatan terlintas ide bikin cerita terus jumat bengi tak buat ceritanya.   Ya rasanya enak juga jadi ketahuan kalau sudah nulis terus di baca lagi.

     Saat menulis kayak gini rasanya ada pendar2 lego gitu ndek ati.  Tapi jare sing pernah aku baca rasa senang atau puas karena menulis itu boleh2 aja tapi jangan sampai melenakan kita.   Masalahe begitu kita terlena langsung mak blus kawus buyar rencana2 sing kita buat.   Sebaliknya juga gitu kalo pas pingin nulis tapi gak ngerti2 opo yang akan ditulis kan biasae sumpek dan itu di bolehkan tapi yo ojok sumpek nemen2 malah nggarai ndak mau nulis.   Jadi tetep latihan menulis dengan sering menulis.

     Saat iki sudah jam 23.00, sementara aku nulise sampai di sini dulu.   Dan memang bener begitu kran keinginan menulis terbuka rasane pingin terus nulis.  Berarti saiki kudu golek kran sing larang pisan ngedhuk sumur sing jeru jarno ketemu sumber sing bening terus nggawe tandon sing gedhe pisan jarno sopo ae iso manfaatno opo sing metu tekan kran iku mau.

     Semoga.

Minggu, 02 September 2012

Minggu 2 Sept 2012

Malam ini memang tanggal 2 September 2012 sekitar jam 23.12.
Seperti biasa aku kudu latihan menulis lagi.  Terakhir aku nulis di blog ini kalau gak salah tanggal 31 Agustus 2012 berarti satu hari aku gak nulis.   Kalau tiap hari latihan nulis memang akan kelihatan kalau kita absen.  Masih sperti beberapa hari yang lalu aku masih belum lancar untuk menulis apa yang aku mau.  Tapi barusan tadi sebelum aku mulai nulis ini aku baca sebuah blog  tentang menulis.  Di blog itu dikatakan kalau mau menulis ya harus dengan menulis tidak bisa hanya dengan berandai-andai.   Apapun yang mau ditulis tulis aja gak akan ada yang perduli mau tulisan itu bermutu atau tidak.  Karena namanya juga belajar pasti ada kurangnya.  Dan memang akan terus kurang makanya kita di haruskan untuk terus belajar.  Kan katanya semakin kita tahu sesuatu yang baru saat itu juga kita baru tau kalau sebenarnya kita ini tidak tahu apa2.  Mbulet ya bahasanya?

       Aku mandheg sebentar untuk nulis karena lagi mikir apa lagi yang akan aku tulis.  Padahal di otak kita ada milyaran sel yang saling berkaitan satu sama lain yang saling terhubung satu dengan yang lainnya.  Kita tidak tahu sudah semaksimal apa kita memanfaatkan otak kita untuk sesuatu yang bermanfaat bagi kita dan sekeliling kita.   Duh satu kalimat aku nulis kata kita berapa kali tuh.  Bener2 kelihatan deh kosa katanya masih amburadul tapi ndak papa sekali lagi kan masih belajar.  Selama masa belajar, salah adalah hal yang wajar kalau gak pernah salah malaikat namanya.   Wadah kok malih nyandak2 malaikat nih.  Lha iya to selama kita masih bernama manusia kan masih lumrah melakukan kesalahan dan hal yang wajar juga kalau kita tidak melakukan kesalahan.  Yang penting tetep mau belajar.

Berhenti dulu ya sebentar ada jadwal yang harus di kerjakan dulu, nanti disambung lagi.
Sekarang jam 23.26 malem.
End dulu sejenak nanti dilanjut....oce???