Ya terakhir aku nulis tanggal 2 september 2012 malem sekitar jam 11 an gitu terus mandheg nulis jam setengah 12 an malem. Maksude cuman rehat sebentar terus nanti dilanjutkan lagi nulisnya. Eh sampai tanggal 3 4 5 6 september gak nulis. Dan gara2nya hanya karena ngantuk.
Sekarang 07092012 malem jam 21.56 aku nulis lagi. Seperti biasa masih mencari2 dalam benak ini apa yang akan aku tulis sebagai latihanku untuk bisa menjadi penulis. Aku nulis ini pakai laptop yang ketika sma dan kuliah begitu aku pingini untuk bisa punya. Ya laptop saat itu bagiku merupakan barang mewah yang sangat mahal. Bahkan sampai aku sudah bekerja pun masih belum di ijinkan untuk punya laptop. Sampai suatu ketika karena mungkin kasihan aku di ijinkan punya laptop. Tidak hanya satu, dua malah. Laptop yang satu di pakai mamae anakku dengan optimal karena dia di ijinkan untuk usaha jual beli online. Sementara laptop yang aku pakai ini sedang aku usahakan untuk aku gunakan se optimal mungkin agar bisa bermanfaat dan menghasilkan. Aku sekarang sedang berusaha, siapa tahu nanti saat sudah di ijinkan laptop yang aku pakai ini bisa di pergunakan untuk hal2 positif seperti salah satunya menulis seperti ini. Dan siapa tahu kalau aku sudah mahir menulis bisa jadi buku dan menghasilkan pemasukan. Sekarang usaha dulu sambil nunggu ijin turun.
Aku menulis ini di kamar belakang. Di mejaku selain laptop yang aku gunakan untuk menulis, ada juga di samping kiri laptopku dompet, HP yang sedang di cas, printer, penghapus milik anakku, potongan lilin untuk melicinkan slerekan jaket. Sementara di samping kanan laptop ada dua boneka milik anakku satu boneka pinguin warna hitam dan putih satunya lagi boneka kuda nil warna hijau, beberapa lembar tanda bayar lunas listrik dan telepon, kalender meja dari sebuah bank swasta, tempat pensil dan rak buku. Anganku, dari kamar kecil ini aku berharap bisa menghasilkan sesuatu yang bisa bermanfaat tidak hanya untuk aku dan keluargaku tapi juga semuanya yang berhubungan atau tidak berhubungan dengan aku. Makanya aku belajar menulis. Kalimate mbuletae ya. Biarin, dari info yang aku baca kalau mau jadi penulis yang baik yang jangan berhenti untuk terus menulis. Perkara hasil nanti bisa baik dengan sendirinya sesuai dengan kemampuan yang terus berkembang. Pisau aja kalau terus di asah akan jadi tajam, sangat tajam malah. Masak tiap hari belajar menulis ndak ada hasilnya? Pasti ada hasilnya dan untuk itu biar waktu nanti yang akan membuktikannya. Tapi ya itu tadi harus tiap hari menulisnya. Jangan sekarang menulis satu minggu lagi libur blas gak nulis. Ya mentah lagi kalau gitu, malah mungkin berkarat.
Tetep masih bersih2 lahan alias babat alas sambil meratakan lahan agar enak nanti kalau mau di tanami atau mau di dirikan bangunan di atas lahan. Tidak semua aku ratakan dengan ketinggian sama, kalau beda tinggi dan itu ternyata unik untuk di pertahankan ya aku biarkan. Biar ada variasi pandangan. Biar tidak sejauh mata memandang yang terlihat hanya hamparan yang rata tanpa ada sedikitpun yang menyembul. Rodok2 gronjal thithik gak pa pa kan. Siapa tahu pas babat2 nemu alat atau harta karun yang bisa di manfaatkan kan lumayan itu. Lahannya sangat2 luas seluas angan dan keinginanku. Lahannya berupa pikiran dan hatiku sementara alat2 yang aku gunakan untuk babat2 yoiku panca inderaku, tangan kakiku dan semua yang di pinjamkan oleh Yang Punya. Selama ini lahan yang ada sudah aku gunakan tapi yang aku rasakan belum maksimal dan optimal. Lha padahal lahan ini ada batas sewanya. Kalau gak ndang ndang di manfaatkan lak rugi.
Aku sudah punya beberapa angan untuk membuat buku dengan judul2 yang sudah aku tulis. Tapi sementara biarlah aku tulis dan aku simpan dulu judul2 buku yang akan aku tulis itu. Bukannya apa apa tapi aku tak melanyahkan dulu latihan menulisku. Dan seperti kejadian pinginnya aku punya laptop sampai akhirnya keturutan punya laptop maka aku sekarang pun juga berangan seperti itu, aku berlatih menulis karena aku pingin bisa jadi penulis dan membuat buku. Aku berharap nanti bisa keturutan. Untuk kapanya aku hanya bisa berharap secepatnya tapi untuk pastinya ya tetep nunggu ijin turun. Nha sambil nunggu ijin itu turun daripada tidak lapo2 aku latihan menulis aja.
Iya ya, kalau dipikir pikir kita ini sudah semanfaat apa ya bagi lingkungan sekitar. Dihitung mulai dari kita lahir sampai usia sekarang sudah berapa detik dari nafas yang kita punya sudah kita manfaatkan untuk hal2 yang berguna bagi orang lain. Lha saiki lo waktu rasanya kayak mak wes gitu. Moro moro wes ya mene, moro moro wes gede, moro moro wes umur sak mene, dan moro moro sing liyane.... Dan perasaan kita kok belum maksimum bermanfaat bagi yang lain.
Aku nulis iki tas ae tak sambi karo mbukak FB. Ide iku iso muncul kapan ae cuman kene ae sing belum biasa dengan cekatan nulis ide itu di selembar kertas atau di tulis di draft hp terus engkok tekan rumah ndang ndang di jabarno selak ilang. Mulai saiki kate tak biasakno begitu muncul ide opo ae langsung tak catet. Jumat wingi wes tak cobak, pas jumatan terlintas ide bikin cerita terus jumat bengi tak buat ceritanya. Ya rasanya enak juga jadi ketahuan kalau sudah nulis terus di baca lagi.
Saat menulis kayak gini rasanya ada pendar2 lego gitu ndek ati. Tapi jare sing pernah aku baca rasa senang atau puas karena menulis itu boleh2 aja tapi jangan sampai melenakan kita. Masalahe begitu kita terlena langsung mak blus kawus buyar rencana2 sing kita buat. Sebaliknya juga gitu kalo pas pingin nulis tapi gak ngerti2 opo yang akan ditulis kan biasae sumpek dan itu di bolehkan tapi yo ojok sumpek nemen2 malah nggarai ndak mau nulis. Jadi tetep latihan menulis dengan sering menulis.
Saat iki sudah jam 23.00, sementara aku nulise sampai di sini dulu. Dan memang bener begitu kran keinginan menulis terbuka rasane pingin terus nulis. Berarti saiki kudu golek kran sing larang pisan ngedhuk sumur sing jeru jarno ketemu sumber sing bening terus nggawe tandon sing gedhe pisan jarno sopo ae iso manfaatno opo sing metu tekan kran iku mau.
Semoga.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar