Hari ini tanggal 31 Agustus 2012 hari ke lima aku ambil cuti. Gak kroso Senin mben wes masuk kantor lagi. Kalau mau di evaluasi selama cuti ini aku sudah ngapain aja mungkin akan ketahuan prosentase antara males dan rajin. Masih juga belum lancar dalam menulis tapi rasa pingin menulis masih ada dan aku berharap terus ada.
Hari ini aku setelah menjemput anakku sekolah aku menganter dia dan mamae ke sebuah Bank untuk sebuah urusan. Karena belum selesai dan waktu sudah mendekati jumatan maka aku tinggal sebentar anakku dan mamae. Aku jalan menuju masjid terdekat di sekitar Bank tersebut.
Pas nunggu kotbah jumat moro-moro aja terlintas di pikiran sebuah cerita fiksi seperti ini :
Tampak seseorang dengan baju kumel dan terlihat ada yang sobek di bahu kanan, agak bau juga bajunya mungkin sudah beberapa hari tidak di cuci atau sudah di cuci tapi terkena keringat jadi bau. Celana yang dia pakai juga tidak jauh beda dengan bajunya, kumel dan agak bau. Dia masuk halaman masjid bersama2 dengan orang2 yang berniat untk Jumatan. Beberapa orang tampak hidungnya otomatis nyengir ketika berdekatan dengan orang dengan pakaian kumel tersebut.
Orang dengan pakaian kumel itu berjalan menuju tempat wudhu. Dia antri di belakang beberapa orang. Saat dia antri wudhu terlihat lagi beberapa orang yang hidungnya nyengir karena bau yang keluar dari pakaian yang dia pakai, tapi orang itu cuek saja sampai akhirnya gilirannya untuk wudhu.
Selesai wudhu tampak wajahnya segar tidak kumel seperti pakaiannya. Dia rapikan rambut gondrongnya dengan tangan. Lalu dia dengan santai berjalan masuk ke dalam masjid, persis di tengah di sholat dua rokaat. Dan orang2 di sekitarnya langsung mengernyitkan kening dan hidungnya nyengir karena bau yang keluar dari pakaian orang tersebut. Beberapa orang tampak bergeser pindah duduk dan beberapa orang tampak mendekati takmir masjid dan terlihat berbicara sambil arah pandangannya tertuju kepada orang yang berpakaian kumel dan bau yang sedang sholat dua rokaat. Takmir masjid tersebut tampak menggangguk2 kan kepalanya.
Begitu orang dengan pakaian kumel tersebut selesai sholat, dia langsung duduk bersila dan tampak berdoa dengan khusuk. Selesai berdoa dia duduk bersila dan diam sambil menundukkan kepalanya. Dia tahu kalau beberapa orang yang tadi ada di sekitarnya sudah mengambil jarak dengan dia sehingga terlihat dia duduk sendirian. Takmir masjid mendekatinya dan berkata," Assalamualaikum pak"
Orang itu mendongak dan menjawab, "Waalaikum salam...."
"Mohon maaf bapak....." belum selesai takmir tersebut bicara, orang itu memotong, "Ada apa? Pakaian aku bau ya? Aku jadi ngganggu mereka yang mau sholat di sini ya? Sampean pingin aku keluar dari dalam masjid ini dan sholatnya di luar saja ya biar tidak ada yang terganggu dengan bau pakaianku? Memangnya kenapa kalau pakaianku bau? Sampean tau kenapa pakaianku bau? Aku tidak punya pakaian selain pakaian yang aku pakai ini. Tiap pagi pakaian ini aku cuci dan langsung aku pakai biar kering dengan sendirinya ketika aku bekerja jadi setiap mendekati waktu sholat pakaianku jadi bau karena keringatku. Dan pakaianku ini akan semakin bau busuk ketika aku berada diantara orang2 yang hatinya busuk dan penuh tipu daya, yang hatinya penuh dengan pura2 alim tapi serakah, pura2 mengurus masjid tapi tidak jarang malah ngrusui masjid, pura2 ceramah dengan fasih tapi berharap setelah ceramah di kasih amlop....." orang itu terdiam sejenak karena orang2 disekitarnya jadi terdiam ketika dia ngoong seperti itu apalagi sang takmir lehernya terasa tercekik mendengar orang di depannya ngomong seperti itu.
"Pakaianku akan berbau wangi " orang itu melanjutkan omongannya," kalau disekitarku adalah anak2 kecil yang hatinya polos dan jujur serta mereka2 yang memang hatinya tidak penuh dengan penyakit dengki, iri, dendam, penuh muslihat, licik..." Orang itu berdiri, "kamu gak percaya?"
Semua yang ada di sekitar orang itu terdiam, orang itu lalu berjalan kearah sekumpulan anak2 kecil, ada seorang yang sudah renta dan seorang pemuda di dekat anak2 kecil itu. Dan sungguh semakin mendekati anak2 kecil, orang tua renta dan seorang pemuda itu bau kumel yang keluar dari pakaian orang tersebut berangsur hilang dan perlahan berganti dengan bau harum yang menenangkan, bukan bau harum yang nyogrok hidung. Orang itu lalu duduk dan berkata," mereka ini yang punya hati polos dan wangi sampai bau pakaianku kalah dengan wangi yang keluar dari hati mereka"
Orang2 masih tertegun dengan kejadian menjelang sholat jumat itu.
"Heh terus jumatannya gak jadi gara2 bau pakaianku???"Orang itu berkata agak keras menyadarkan mereka yang tertegun terutama takmir masjid yang ternyata belakangan di ketahui takmir tersebut adalah Khotib dan Imam sholat jumat waktu itu.
Saat ceramah takmir masjid tersebut membahas betapa sombongnya kita selama ini. Takmir tersebut saat berbicara sambil sesenggukan dan sesekali melihat ke arah orang yang berpakaian kumel. Hanya sekali dia melihat orang berbaju kumel tersebut ketika akan melihat lagi dia sudah tidak menemukannya lagi. Semakin sesenggukan dia ketika ceramah.
Tidak lama sholat jumat pun selesai, semua orang pulang membawa pesan dalam hati masing2 tentang kejadian hari ini.
Begitu kira2 yang terlintas di benakku saat menunggu Khotib naik mimbar untuk memulai jumatan. Yo tak tambahi thithik thithik jarno ketoke serem dan nambah daya kayal. Begitu Khotib mulai ceramah yo langsung tak semayani dalam hati "engkok malem ae tak tulise opo sing terlintas di benakku iki"
Nah akhirnya tak tulis juga, lumayan gae latihan nulis untuk hari ini.
Tentang cerita di atas ndak tau bisa kejadian atau nggak, aku mikirnya kadang kita bingung dengan pakaian daripada sholatnya. Memang bener sekali kalau sholat pakaian kita harus bersih dan kalau bisa memakai wangi2an. Lha tapi kalau memang tidak punya pakaian selain yang tiap hari di pakai apa terus gak Sholat? Tapi untuk waktu sekarang ya gak ekstrim2 banget kayak cerita di atas. Mungkin pakaian hati kita yang perlu di perhatikan. Aku dewe kadang pas sholat nggae kaos sing kadang lungset gak di setriko padahal nek pas masuk kerja pakai hem rapi di setrika. Yah namae juga jek pilih kasih, gitu kita nek njauk opo2 ke Gusti Alloh koyok opoae, jan jan sak karepe dewe.
Sementara cukup ini dulu nanti disambung lagi.
31082012, 21.59